Kalauoun tidak mengusahakan untukku paling tidak untuk Kaka.
Aku seperti kehilangan panutan.
Setiap pagi aku bangunkan tapi tak kunjung bangun.
Masak iya silat subuh jam setengah 6?
Padahal dia tahu rutinitasku setiap pagi.
Aku kerepotan setiap pagi.
Aku ingin dia hadir walaupun hanya bangun fari tidurnya, solat, dan membangunkan Kaka. Mengajakbermain atau jalan jalan menghirup udara segar.
Sangat berbanding terbalik dengan apa yang dia bilang dulu.
"Dulu, aku bisa bangun jam 4".Halah pret.
Hal itu sudah terjadi dalam hampir 1.445 kali.
Aku membangunkan dia dan tidak ada perubahan selama ini.
Kedua, aku lelah untuk mengingatkan dia agar tidak merokok dan vape. Rasanya bila mengingatkan dia hanya akan muncul pertengkaran saja.
Kukira setelah mempunyai anak dia akan berhenti.
Ternyata tidak.
Aku lelah memepercayai dia, berharap dengannya. Semua ucapannya adalah tanpa aksi yang nyata.
Nyesek rasanya.
Sedangkan aku butuh panutan begitu juga dengan anakku.
Entahlah rasanya aku ingin tidak peduli.
Tapi kasihan dengan Kaka.
Ujung ujungnya aku yang harus menerima ;(
0 comments:
Post a Comment